Kamis, 18 Oktober 2018

Usaha pangkas anak kost

Disini saya sebagai anak kost akan memberikan solusi kepada teman teman semua supaya tidak hanya mengharapkan kiriman dari orang tua saja. Nah saya disini ingin memberitahukan ide usaha yang cocok khusus untuk pria. Nah jika kita sebagai anak kost ini punya karier seperti mangkas tidak ada salahnya jika kita mengembangkannya, karna kita sebagai anak kost belum punya uang untuk membuka langsung usahanya kita bisa menggunakan bahan manual saja guys seperti gunting sisir, cermin, silet dan lainnya guys,  walaupun bayaran nya  tidak sesuai dengan tukang pangkas nah saya yakin itu bisa membantu untuk biaya hidup teman teman yang senasib dengan saya sebagai anak kost.
Karena saya sudah melakukan ini semenjak kelas tiga SMA dan bisa membantu untuk biaya makan sehari hari walaupun tak setiap hari ada pasiennya.

Sekian dari saya semoga bermanfaat

Ini loh sosok anak pedagang gorengan yang ingin menjadi Jenderal.

Tulungagung – Hafid Bahtiar lulusan Akmil peringkat 77 Akademi Militer (Angkatan Darat) tahun 2018 si anak pedagang gorengan yang menjadi Seperti apa perjalanannya hingga menjadi lulusan Akmil?Hafid yang lahir di Tulungagung 30 Desember 23 tahun silam merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Mujani dan Supriatin. Kedua orang tua Hafid merupakan pedagang gorengan di sebuah desa kecil di wilayah Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

“Saya dan istri mengolah adonan jajanan gorengan, Hafid mengantarkan gorengan ke warung-warung.” kata Mujani meski sekarang sudah tidak jual gorengan lagi dan lebih sering menerima kerja serabutan.

Postur jangkung dan fisik kuat yang terbentuk dari kegiatan kesehariannya sebagai pemain basket dari SMAN 1 Campurdarat Tulungagung merupakan modal awal dia mendaftar Taruna Akmil.

“Dia niat dengan keinginan sendiri untuk menjadi Taruna Akmil. Dua kali daftar semuanya Akmil, usai gagal di pendaftaran yang pertama sempat ditawarin untuk mendaftar Secaba tetap kokoh untuk daftar Akmil.” ungkap Mujani.

Mujani juga menyebutkan bahwa anaknya mempunyai tekad yang bulat untuk menjadi Taruna Akmil meski dihadapkan dengan kondisi sederhana yang melekat pada kedua orangtuanya di Kabupaten Tulungagung.

“Los aja pak, bismilah saja. Nggak usah memikirkan biaya untuk masuk Taruna.” ujar Mujani sambil menirukan ucapan Hafid saat daftar Taruna Akmil.

Mujani menjelaskan bahwa anak keduanya ini mendaftar 2 kali sebagai Taruna untuk Akmil pada tahun 2013 dan tahun 2014 dan akhirnya dinyatakan lulus pada tahun 2014.

Hafid mengaku sebelum diterima sebagai Taruna Akmil, ia sering membantu meringankan beban kedua orang tuanya dalam mencari nafkah. Ia menceritakan bagaimana gigihnya kedua orang tuanya bekerja keras untuk menghidupi keluarganya.

“Orang tua saya pernah berdagang bakso, gorengan, jagung dan kacang rebus di pinggir jalan. Masih ingat di memori saya waktu sekolah di SD dan SMP membawa gorengan saya jual di sekolah.” ungkap Hafid.

Menginjak remaja, siswa SMA Negeri 1 Campurdarat masih gigih membantu meringankan beban orang tuanya. Mulai dari menjadi tukang batu marmer sepulang sekolah hingga meluangkan waktu melatih basket anak-anak di kampungnya. “Honor yang didapat lumayan buat beli makan sehari-hari dan uang saku sekolah.” tutur Hafid.

Hafid selalu bersyukur dengan segala karunia yang diberikan oleh Tuhan YME. “Semua yang kami dapat selalu kami syukuri untuk kebutuhan sehari-hari.” tambah pemilik tubuh jangkung yang hobi basket dan voli ini.

Hafid selalu mengingat pesan moral dari orang tuanya untuk selalu semangat dan tidak mudah putus asa. “Jangan pandang siapa orang tuamu atau keluargamu. Tetapi berbanggalah darimana keluargamu.” ungkap Hafid menirukan pesan orang tuanya saat dia gagal daftar Akmil di tahun 2013.

Meski tidak menonjol secara prestasi, pemilik tubuh jangkung ini menjabat mayoret Taruna Drum Band saat menjadi Taruna Akmil.

Keluarga Hafid hampir gagal mengikuti kegiatan Prasetya Perwira (Praspa) yang dilaksanakan di Istana Presiden. Pasalnya Mujani dan keluarga mengaku belum siap sarana dan pra sarana serta akomodasi untuk datang ke Istana Presiden di Jakarta.

Mendengar kabar tersebut, Pangdam V/Brawijaya melalui Aspers Kasdam menyampaikan atensinya untuk memberikan perhatian kepada keluarga Taruna Akmil dari Tulungagung ini.

Menjawab atensi dari Pangdam V/Brawijaya, Danrem 081/DSJ dan Dandim 0807/Tulungagung memfasilitasi segala keperluan yang dibutuhkan keluarga Hafid untuk dapat mengikuti kegiatan Prasetya Perwira di Istana Presiden hingga.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 724 Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri tahun 2018 di halaman depan Istana Merdeka Jakarta pada Kamis Juli 2018 yang lalu.

Hafid usai Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri tahun 2018 dirinya resmi menjadi Perwira TNI AD Korps Artileri Medan (Armed). Meski dari keluarga yang kurang mampu, ia tetap bangga menjadi seorang prajurit dan bercita-cita menjadi Jenderal. “Meski saya anak seorang kuli bangunan, tetapi cita-cita saya ingin menjadi Panglima TNI.” tutup Hafid.

Selasa, 16 Oktober 2018

Hiduplah Seperti Kura-Kura

seekor ikan bertanya kepada Kura-kura :
"Mengapa setiap kali kamu mengalami masalah selalu bersembunyi, masuk ke dalam cangkangmu...?"

Kura-kura menjawab :
“Apa penting pertanyaan itu aku jawab ?”

Ikan berkata :
“Semua mahluk di perairan ini mempertanyakan sifat-mu yang selalu bersembunyi jika ada masalah!"

Kura-kura berkata :
"Komentar orang lain apakah penting...?
Aku tidak menghindar,
Aku tidak lari dari kenyataan,
Aku hanya mencari suasana yang lebih damai di dalam cangkangku."

Ikan bertanya lagi :
"Tetapi apakah kamu tidak peduli selalu jadi bahan pembicaraan?"

Kura-kura menjawab :
"Inilah alasan mengapa aku lebih panjang umur dari pada kalian.
Kalian terlalu sibuk mengurusi kehidupanku sampai kalian lupa siapa diri kalian,
Kalian terlalu sibuk memperhatikan diriku sampai kalian lupa siapa diri kalian."

"Dalam hidup ini kita sendiri yang menentukan pilihan,
berbuat-lah yang terbaik dan biarkan-lah orang lain mau berkomentar apapun".
"Orang yang menyukaimu tetap akan membenarkan-mu sekalipun kamu keliru,"
Sebaliknya
"Orang yang membencimu selalu akan menyalahkanmu sekalipun kamu benar."
"Berapa banyak waktumu terbuang hanya untuk mengurusi kehidupan orang lain sehingga..

kamu lupa pada dirimu sendiri kapan harus makan dan istirahat"
"Sayangi dirimu dengan lebih peduli pada urusanmu sendiri, sebab..

Engkau akan menjadi orang yang selalu kekurangan saat kamu selalu ingin tau urusan orang lain".

Semoga kita jangan terkecoh dengan apa yang orang katakan, Jadilah diri kita sendiri,
Jadi-lah pribadi yang baik..
Dan terus meneruslah berbuat baik..

Kamis, 11 Oktober 2018

Arti Dari Sahabat

Sahabat adalah seseorang yang mau menunjukkan di mana letak kesalahanku, bukan seseorang yang membicarakanku di belakang dan membiarkanku tetap dengan kesalahan yang ku buat tanpa tahu apa yang salah.. Sahabat adalah seseorang yang tidak menumbuhkan perasaan negatif dalam hati dan pikiranku..

Tips Menjadi Speaker

1. Mempersiapkan diri dan melakukan      latihan
2. Siapakan mental
3.Lepaskan rasa sesal
4.perbaiki persepsi diri
5.Dan jangan takut untuk gagal
6.Berpenampilan maksimal
7.Percaya diri

Hidup Tidak Selalu Bergantung Pada Orang Lain

Hidup itu spesial bagi kita masing masing yang bisa menghargainya.
Tentu kita sudah tahu hidup harus memerlukan orang lain, tetapi tak selamanya kita harus bergantung kepada mereka karena kita punya jalan hidup  masing masing. untuk itu jangan pernah bersedih jika orang orang disekitarmu menjauh jangan kau berpikir kamu tidak akan bisa hidup tanpa mereka. Karena dirimu sendiri dan niatmu lah yang bisa membuat kamu bisa hidup tanpa mereka. Untuk itu ikuti kata hatimu jangan dengarkan kata orang lain maka saya yakin kamu akan bisa hidup tanpa mereka

Misteri Dan Keindahan Pulau Nias

Pulau Nias yang terletak di sebelah barat pulau Sumatra.  Suasana liburan kini telah berlalu. Namun, liburan masih menyisihkan waktu. Semarak keakraban sanak family begitu terasa di mall-mall dan pusat kota di berbagai tempat. Bukan hanya mall yang menjadi tujuan utama untuk berlibur, Medialingkungan menawarkan destinasi yang seru yaitu Pulau Nias dijamin jauh lebih menarik untuk disambangi.

Pulau Nias adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera, pulau ini dihuni oleh mayoritas suku Nias (Ono Niha) yang masih memiliki budaya megalitik. Daerah ini merupakan obyek wisata penting seperti selancar (surfing), rumah tradisional, penyelaman, dan yang tak kalah pentingfahombo (lompat batu).

Berkunjung ke pulau ini serasa menelusuri kehidupan masa lalu, waktu seakan berhenti dipagari budaya megalit yang masih lestari. Di tengah Samudera Hindia yang luas itu, pulau ini menjadi rumah bagi budaya zaman batu kuno yang mengagumkan untuk dikunjungi.

Untuk bepergian ke Pulau Nias membutuhkan kesabaran karena angkutan umum sulit diakses. Di Gunungsitoli , terminal bus berjarak 1,5 km ke Selatan dari pusat kota. Anda juga dapat menggunakan minibus atau opelet yang berangkat dari Gunungsitoli  menuju ke arah Selatan pasar Teluk Dalam. Perjalanan dari Gunungsitoli  menembus pinggir pantai dan perbukitan menuju Teluk Dalam, Nias Selatan.

Gunungsitoli  merupakan pintu gerbang ke Pulau Nias. Bandara Binaka berjarak 15 km dari kota. Untuk mencapainya ada beberapa rute yaitu melalui Kota Medan atau Padang. Dari Medan harus melalui udara dengan Merpati dan SMAC. Setiap harinya setidaknya ada dua penerbangan, pagi dan siang. Tarifnya berkisar Rp500.000,- sedangkan menggunakan kapal fery cepat selama 3 jam dengan tarif termahal Rp100.000,-.

Kebanyakan akomodasi di Pulau Nias terbilang sederhana. Biasanya itu berupa tempat tinggal penduduk atau losmen. Di Gunungsitoli  ada banyak restoran kecil di sepanjang jalan raya-nya.

Berbagai pantai indah bisa Anda nikmati jika berkunjung ke Nias. Di antaranya, Teluk Dalam yang tinggi ombaknya bisa mencapai lima meter dan Pantai Sorake yang airnya jernih kebiruan. Kabarnya, pantai ini adalah tempat terbaik untuk berselancar setelah Hawaii. Selain itu, banyak juga turis yang berselancar di Pulau Asu, Pulau Bawa, dan Pulau Telo. Anda yang suka menyelam juga bisa mencicipi keindahan dasar laut di Pantai Lagundri.

Tips bagi Anda, gunakan kata Ya’ahowu! Sebagai sapaan bertemu orang setempat di pulau Nias. Jangan ragu menegur masyarakat sekitar karena mereka akan menjawab dengan antusias. Kata ini juga sanggup menjadi kalimat pembuka yang efektif. 

1. Tampak dari laut Pulau Nias (Gambar: wp)

2. Lompat batu hal yang masih dilakukan oleh budaya nias (Gambar: ammarhamzah9)